Atasi Masalah Antibiotik dalam Industri Peternakan dengan Teknologi Biochar dan MnO2!

Atasi Masalah Antibiotik dalam Industri Peternakan dengan Teknologi Biochar dan MnO2!

Antibiotik telah menjadi masalah serius dalam industri peternakan, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Salah satu antibiotik yang umum digunakan dalam peternakan babi adalah klorotetrasislin (CTC), yang memiliki sifat spektrum luas dan biaya rendah. Namun, penggunaan berlebihan CTC dapat mengakibatkan kontaminasi lingkungan melalui urin babi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi tanaman, hewan ternak, dan manusia melalui rantai makanan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan masalah ini, berbagai metode telah dikembangkan untuk mengatasi kontaminasi antibiotik, termasuk penggunaan fotokatalis mangan dioksida (MnO2) seperti sarang lebah yang sensitif terhadap sinar matahari. Namun, proses sintesis MnO2 yang kompleks dan kurangnya efisiensi dalam penguraian CTC telah menjadi kendala utama dalam penerapan praktisnya.

Dalam upaya untuk mengatasi kendala ini, sebuah studi baru-baru ini menemukan metode inovatif yang melibatkan penggunaan biochar sebagai pembawa untuk memuat MnO2. Biochar, yang dihasilkan dari pirolisis biomassa, menawarkan porositas tinggi dan sifat adsorpsi yang baik, membuatnya menjadi kandidat yang menarik untuk aplikasi ini.

Mikrosfera MnO2 dibuat melalui iradiasi balok elektron energi tinggi (HEEB), sebuah teknologi yang ramah lingkungan dan efisien. Selanjutnya, komposit MnO2/MBC (biochar dimodifikasi KOH) berhasil disintesis dengan memuat mikrosfera MnO2 ke dalam pori-pori biochar. Komposit ini telah berhasil menguraikan CTC dalam urin babi dengan efisiensi tinggi, terutama di bawah sinar matahari.

Penemuan ini menjanjikan untuk mengatasi masalah kontaminasi antibiotik dalam industri peternakan dengan pendekatan yang sederhana, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah. Dengan menggunakan teknologi biochar dan MnO2, diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan praktis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dalam industri peternakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish