Atasi Polusi Air dengan Biochar Kelp Mesopori!

Atasi Polusi Air dengan Biochar Kelp Mesopori!

Methylene blue (MB) adalah bahan kimia yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pewarna, obat-obatan, hingga indikator kimia. Namun, pembuangan limbah yang mengandung MB tanpa pengolahan yang tepat dapat menyebabkan masalah polusi air yang serius. Limbah berwarna ini dapat mengurangi transmisi cahaya dalam air, yang pada gilirannya mengganggu ekosistem perairan, bahkan pada konsentrasi rendah.

Berbagai metode telah diterapkan untuk menguraikan pewarna, seperti oksidasi kimia, degradasi mikrobiologis, pengolahan elektrokimia, adsorpsi, dan degradasi fotokatalitik. Di antara metode-metode ini, teknologi adsorpsi menonjol sebagai salah satu yang paling efektif dan menarik perhatian.

Karbon aktif nanopori telah dikenal luas karena sifat hidrofobiknya, luas permukaan yang besar, volume pori yang besar, serta stabilitas mekanis dan termal. Salah satu bahan baku yang menarik untuk produksi karbon nanostruktur adalah makroalga. Alga ini kaya akan karbon, memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, dan berbiaya rendah, menjadikannya pilihan yang ideal untuk produksi karbon aktif.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa karbon yang berasal dari alga dapat digunakan sebagai adsorben, superkapasitor, dan briket bio. Misalnya, penelitian oleh Rathinam dan rekan-rekannya menunjukkan adsorpsi fenol pada karbon aktif yang dibuat dari rumput laut. Sementara itu, studi lain menemukan bahwa modifikasi karbon dari Sargassum sp. dengan lanthanum dapat meningkatkan adsorpsi fluorida. Para peneliti melaporkan bahwa rumput laut dapat menghilangkan merkuri elemental dari gas buang setelah dipirolisis dan dimodifikasi dengan reagen halida.

Dalam sebuah penelitian terbaru, para peneliti mengembangkan bahan nano biochar kelp mesopori untuk menilai kemampuan adsorpsi dan fotodegradasi dalam menghilangkan MB dari larutan aqueous. Biochar kelp aktif (AKB) dipersiapkan melalui proses pirolisis pada suhu 800°C dan diaktifkan secara kimia menggunakan KOH sebagai agen pengaktif. Kami juga membuat komposit nano Bi2MoO6/AKB (BKBC) dengan kombinasi pirolisis dan teknik solvotermal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa AKB memiliki kemampuan adsorpsi dan fotokatalitik yang luar biasa dalam menghilangkan MB. Struktur, morfologi, dan sifat fotokatalitik sampel yang disintesis dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, UV-Vis DRS, dan FT-IR. Fitur unik dari AKB menunjukkan bahwa bahan ini memiliki potensi besar untuk aplikasi praktis dalam menghilangkan polutan organik dari air limbah.

Penemuan ini membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah berwarna dan pengolahan air limbah. Dengan menggunakan sumber daya alam yang melimpah dan berbiaya rendah seperti kelp, kita dapat mengembangkan solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi polusi air. Biochar kelp mesopori tidak hanya menawarkan solusi untuk masalah polusi, tetapi juga menunjukkan potensi besar dalam aplikasi praktis lainnya, seperti superkapasitor dan bahan elektroda.

Dalam upaya kita untuk menjaga lingkungan dan mengembangkan teknologi berkelanjutan, pemanfaatan biochar kelp mesopori adalah langkah maju yang signifikan. Dengan terus menggali potensi bahan ini, kita dapat mengembangkan metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi tantangan polusi air dan meningkatkan kualitas hidup di seluruh dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish