Tembaga (Cu) adalah mineral penting yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Namun, jika jumlahnya berlebihan, tembaga justru bisa menjadi racun bagi tanaman. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kelebihan tembaga dapat mengganggu proses seperti perkecambahan, pertumbuhan, dan fotosintesis pada tanaman, serta merusak sistem pertahanan alami mereka. Pencemaran tembaga di tanah bisa berasal dari berbagai sumber, baik alami maupun akibat aktivitas manusia, seperti penambangan tembaga, penggunaan pupuk dan pestisida, serta pembuangan limbah industri. Bahkan, kotoran babi juga menjadi sumber pencemaran, karena mengandung kadar tembaga yang tinggi. Dalam jangka panjang, kotoran babi yang digunakan terus-menerus sebagai pupuk dapat menyebabkan penumpukan tembaga di tanah dan tanaman, misalnya pada padi.
Untuk mengatasi masalah pencemaran logam berat seperti tembaga, salah satu solusi ramah lingkungan yang banyak dipelajari adalah fitoremediasi. Teknik ini memanfaatkan kemampuan tanaman untuk menyerap logam berat dari tanah. Salah satu metode fitoremediasi yang efektif adalah intercropping, yaitu menanam dua jenis tanaman atau lebih secara bersamaan di lahan yang sama. Contoh suksesnya adalah intercropping antara bambu Moso dan tanaman Sedum plumbizincicola, yang mampu meningkatkan penyerapan logam berat seperti tembaga, seng, dan kadmium. Begitu juga dengan intercropping antara S. plumbizincicola dan tanaman alfalfa, yang terbukti berhasil mengurangi kadar tembaga di tanah karena teknik ini membantu meningkatkan biomassa dan menurunkan pH tanah, sehingga lebih mudah menyerap logam berat.
Selain itu, penambahan biochar (bahan yang dihasilkan dari pembakaran biomassa tanpa oksigen (pirolisis)) juga terbukti efektif dalam menangani pencemaran logam berat di tanah. Biochar dapat mengurangi penyerapan tembaga oleh tanaman dan menurunkan kadar tembaga yang tersedia di tanah. Efek biochar ini sangat membantu karena tembaga yang terkunci di dalam tanah menjadi tidak mudah diserap oleh tanaman. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa kombinasi antara biochar dan intercropping dapat mengurangi penyerapan logam berat seperti kadmium dan kromium oleh tanaman.
