Tanah yang sehat bukan hanya soal pupuk atau air, tapi juga tentang kehidupan kecil yang tak terlihat, seperti jamur akar yang bekerja sama dengan tanaman. Salah satu jamur paling penting dalam dunia pertanian adalah arbuscular mycorrhizal fungi (AM fungi), jamur mikroskopis yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman. Mereka membantu tanaman menyerap nutrisi penting seperti fosfor (P) dan nitrogen (N) dari dalam tanah. Namun, tahukah kamu bahwa kehadiran biochar juga bisa memengaruhi seberapa baik jamur-jamur ini bekerja?
Biochar, arang hitam yang dibuat dari pembakaran biomassa tanpa oksigen, kini makin populer sebagai bahan ramah lingkungan untuk memperbaiki tanah. Selain bisa meningkatkan kemampuan tanah menahan air, biochar juga membantu menambah kesuburan tanah karena mengandung unsur hara seperti karbon, fosfor, dan nitrogen. Tapi pengaruh biochar terhadap jamur akar ternyata tidak selalu sama.
Dalam tanah pertanian yang kekurangan fosfor, penambahan biochar bisa memberikan hasil yang berbeda-beda, tergantung pada kandungan nutrisinya. Jika biochar mengandung fosfor yang tinggi, tanaman memang tumbuh lebih cepat, tetapi justru kolonisasi jamur akar menurun. Hal ini karena tanaman tidak terlalu “bergantung” pada bantuan jamur untuk mencari nutrisi; mereka sudah mendapatkan cukup banyak dari biochar. Sebaliknya, ketika kadar nutrisi di biochar rendah, jamur akar bekerja lebih aktif, membantu akar tanaman menyerap fosfor dari tanah, dan menciptakan keseimbangan alami yang sehat.
Penelitian lapangan dengan tanaman seperti gandum dan semanggi bawah tanah menunjukkan bahwa biochar umumnya memberi efek positif terhadap pertumbuhan, meskipun tingkatnya bervariasi. Tanah yang diberi biochar cenderung lebih subur, akar tanaman tumbuh lebih baik, dan jamur akar lebih mudah berkembang di kondisi yang sesuai. Selain itu, beberapa jenis biochar dengan pori-pori besar juga memberi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh dan membentuk koloni baru di dalam tanah.
Perlu diketahui bahwa tidak semua biochar diciptakan sama. Jenis bahan baku, suhu pembakaran, dan kadar abu di dalamnya membuat tiap biochar memiliki karakter berbeda. Ada biochar yang kaya nutrisi dan cocok untuk tanah miskin hara, ada juga yang lebih berfungsi sebagai penahan air atau perbaikan struktur tanah.
Yang menarik, biochar ternyata juga membantu jamur akar beradaptasi di kondisi sulit seperti tanah kering atau tandus. Dengan kemampuan menahan air dan menyediakan ruang berpori, biochar menciptakan lingkungan mikro yang nyaman bagi jamur untuk tetap aktif membantu tanaman.
Secara sederhana, bisa dibilang bahwa biochar dan jamur akar adalah tim penyelamat tanah pertanian. Keduanya bekerja saling melengkapi: biochar menyediakan nutrisi dan struktur, sementara jamur membantu tanaman menyerap unsur hara secara lebih efisien. Ketika keduanya berada dalam komposisi yang seimbang, hasil panen meningkat dan kesehatan tanah pun terjaga.
Biochar bukan lagi sekadar limbah arang hitam, tapi simbol dari pertanian berkelanjutan, cara alami untuk memberi kehidupan baru pada tanah yang mulai kehilangan daya.
