Biochar Kotoran Ayam: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Polusi Logam Berat

Biochar Kotoran Ayam: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Polusi Logam Berat

Biochar yang berasal dari kotoran ayam telah menarik perhatian para peneliti sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk mengatasi polusi logam berat, khususnya timbal (Pb). Dalam studi terbaru, biochar ini diproduksi melalui proses pirolisis pada berbagai suhu, yaitu 200, 400, 600, dan 800 °C, untuk mengungkap karakteristik fisikokimia dan mekanisme adsorpsinya terhadap Pb.

Mengungkap Potensi Biochar

Biochar adalah produk kaya karbon yang dihasilkan dari pirolisis berbagai bahan limbah seperti kayu, kotoran unggas, dan sisa tanaman. Dengan struktur pori yang berkembang, muatan permukaan yang relatif besar, dan luas permukaan spesifik yang tinggi, biochar dianggap sebagai bahan adsorpsi yang sangat efektif. Aplikasi biochar tidak hanya dapat meningkatkan kesuburan tanah tetapi juga memperbaiki karakteristik fisik, kimia, dan biologis tanah.

Dalam penelitian, biochar dari kotoran ayam (CMB) diproduksi pada suhu pirolitik yang berbeda dan diuji kemampuannya dalam mengadsorpsi Pb dari larutan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maksimum Pb meningkat seiring dengan peningkatan suhu pirolisis, yaitu 180,21 mg/g pada 200 °C, 200,80 mg/g pada 400 °C, 239,59 mg/g pada 600 °C, dan 242,57 mg/g pada 800 °C. Data adsorpsi Pb yang paling cocok dicapai menggunakan isotherm Langmuir dan model pseudo-ordo kedua.

Meskipun adsorpsi Pb pada CMB dikendalikan oleh beberapa mekanisme seperti kompleksasi permukaan, pertukaran ion, presipitasi permukaan, tarik menarik elektrostatik, adsorpsi fisik, dan ko-presipitasi, penelitian ini menemukan bahwa pertukaran ion dan presipitasi permukaan memainkan peran dominan dalam penyerapan Pb. Mekanisme ini memungkinkan biochar untuk mengikat dan menghilangkan Pb dari air secara efektif, menjadikannya sebagai solusi potensial untuk remedi air tercemar.

Menyelesaikan Masalah Limbah dan Polusi

Produksi biochar dari kotoran ayam tidak hanya memberikan solusi untuk polusi logam berat tetapi juga mengatasi masalah limbah peternakan yang terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi dan perubahan pola makan masyarakat. Kurangnya fasilitas pengolahan feses di peternakan intensif dan pabrik unggas menyebabkan masalah lingkungan seperti air limbah, bau tidak sedap, penyebaran mikroorganisme patogen, dan perkolasi nitrat ke dalam air tanah. Dengan mengubah kotoran ayam menjadi biochar, masalah-masalah ini dapat diatasi, sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber daya yang berharga.

Penggunaan biochar dari kotoran ayam untuk remedi pencemaran logam berat seperti Pb tidak hanya membantu mengurangi polusi tetapi juga melindungi ekosistem dan kesehatan manusia. Studi menunjukkan bahwa tingkat Pb yang tinggi dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi dan saraf, terutama pada anak-anak. Di sisi lain, toksisitas Pb pada tanaman dapat menghambat sintesis klorofil dan pertumbuhan tanaman.

Dengan potensi adsorpsi yang tinggi dan kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan, biochar dari kotoran ayam merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk mengatasi polusi logam berat. Produksi dan aplikasi biochar ini tidak hanya menawarkan metode yang efektif dan ekonomis untuk penghilangan logam berat dari air tetapi juga berkontribusi pada penggunaan berkelanjutan limbah pertanian. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dan implementasi biochar dapat membawa manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish