Pemanasan global bukan lagi ancaman masa depan, ia sudah terjadi sekarang. Salah satu gas rumah kaca yang paling berbahaya, nitrous oxide (N2O), dilepaskan dalam jumlah besar dari pupuk nitrogen yang biasa digunakan petani, terutama urea. Gas ini punya dampak 298 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam memerangkap panas di atmosfer.
Namun, ada solusi alami dan murah yang tengah menjadi sorotan: biochar, arang aktif yang dibuat dari limbah organik seperti jerami atau kotoran hewan.
Apa Itu Biochar?
Biochar adalah hasil pembakaran bahan organik dalam kondisi tanpa oksigen (pirolisis). Benda hitam ini bukan sekadar arang biasa. Di dalam tanah, ia punya kemampuan menyerap gas rumah kaca, menyimpan nutrisi, dan memperbaiki struktur tanah. Biochar juga memperlambat proses “nitrifikasi”, yaitu perubahan amonium (NH₄⁺) menjadi nitrat (NO₃⁻), yang menjadi salah satu penyebab utama emisi N2O.
Masalah Serius di Lahan Pertanian
Di negara seperti Pakistan, yang memiliki iklim kering dan panas, risiko pelepasan gas N2O dari tanah pertanian sangat tinggi. Petani sering menggunakan pupuk urea secara intensif untuk meningkatkan hasil panen, tetapi sebagian besar nitrogen justru hilang ke udara dalam bentuk N2O, merugikan lingkungan dan pemborosan bagi petani sendiri.
Di sinilah biochar memainkan peran penting.
Sebuah eksperimen di lahan gandum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ketika biochar ditambahkan ke tanah bersama pupuk urea:
- Emisi gas N2O turun hingga 35%
- Efisiensi penggunaan nitrogen (NUE) meningkat hingga 43%
- Hasil panen gandum meningkat, baik dari segi berat batang, jumlah biji, maupun penyerapan nitrogen
Artinya, bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih menguntungkan bagi petani.
Bagaimana Biochar Bekerja?
Biochar menyerap amonium (NH₄⁺), sehingga menghambat konversinya menjadi nitrat. Proses ini membatasi pembentukan gas N2O. Selain itu, biochar memiliki pori-pori halus dan luas permukaan besar yang dapat:
- Menyerap gas rumah kaca seperti N2O dan CO2
- Menyimpan air dan nutrisi lebih lama
- Menjadi tempat hidup mikroba baik yang membantu kesuburan tanah
Yang lebih menarik lagi, biochar juga merangsang aktivitas mikroorganisme yang memiliki gen khusus bernama nosZ, gen ini membantu mengubah N2O menjadi nitrogen gas (N2) yang aman.
Jalan Menuju Pertanian Berkelanjutan
Tantangan dunia saat ini adalah memproduksi lebih banyak makanan tanpa merusak lingkungan. Di banyak negara berkembang, termasuk Pakistan, tekanan terhadap lahan dan sumber daya alam sangat tinggi. Solusi seperti biochar memberi harapan: bukan hanya mengurangi emisi gas berbahaya, tapi juga membantu petani meningkatkan hasil panen secara alami.
Biochar mungkin terlihat seperti arang biasa, tetapi dampaknya luar biasa. Ia menyatukan dua kebutuhan besar manusia saat ini: menjaga bumi tetap sehat dan menyediakan cukup makanan bagi semua.
Di tengah krisis iklim dan pertanian yang makin sulit, mungkin inilah saatnya kita menengok kembali solusi sederhana dari alam, karena bisa jadi, jawabannya bukan di laboratorium mahal, tapi di tumpukan limbah pertanian yang selama ini kita anggap sampah.
