Kehadiran tetrabromobisfenol A (TBBPA) di lingkungan telah menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan lingkungan dan manusia. TBBPA, yang digunakan luas sebagai retardan api dalam peralatan elektronik, telah terbukti menyebabkan berbagai efek merugikan pada manusia dan satwa liar. Konsentrasi tertinggi TBBPA tercatat dalam lumpur limbah, menyoroti pentingnya upaya untuk menghilangkan kontaminan ini dari lingkungan.
Dalam sebuah penelitian, penggunaan biochar (BC) dan karbon aktif (AC) telah diuji untuk mempromosikan biodegradasi TBBPA dalam lumpur anaerobik. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua amendemen karbonasi tersebut dapat mempercepat debrominasi reduktif TBBPA, mengubahnya menjadi bisfenol A (BPA) dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan reaktor kontrol. Transformasi TBBPA menjadi BPA terjadi sekitar 20 hari lebih cepat dalam reaktor yang diamendemen, menyoroti potensi BC dan AC dalam mengatasi kontaminan lingkungan.
Studi juga mengungkap bahwa respons komunitas mikroba terhadap BC dan AC berbeda-beda. Meskipun keduanya memiliki efek yang sama pada degradasi TBBPA, BC memiliki pengaruh yang lebih luas secara taksonomi dan sedikit lebih menonjol daripada AC. Ini menunjukkan kompleksitas interaksi antara material amendemen dan mikroba dalam proses biodegradasi kontaminan.
Penerapan BC dan AC dalam pengolahan air limbah dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk mengurangi konsentrasi TBBPA dan kontaminan hidrofobik lainnya. Integrasi kedua bahan amendemen karbonasi ini dalam proses pengolahan limbah dapat membantu mengurangi jejak kontaminan yang dilepaskan ke lingkungan, menjaga kesehatan ekosistem dan manusia. Dengan demikian, penggunaan BC dan AC sebagai sorben karbonasi dalam pengolahan limbah memberikan harapan untuk meningkatkan efisiensi penghilangan kontaminan lingkungan, membuka jalan menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi semua.
