Biochar Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Ubah Limbah Manusia Menjadi Harta

Biochar Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Ubah Limbah Manusia Menjadi Harta

Dalam upaya global untuk mengatasi kesenjangan sanitasi, PBB telah merumuskan Tujuan Pembangunan Milenium dan lebih baru, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Namun, perkembangan saat ini menunjukkan bahwa kemajuan akan gagal mencapai target 2030 untuk cakupan sanitasi universal dan mengurangi proporsi air limbah yang tidak diolah. Untuk mengatasi tantangan utama sanitasi yang aman untuk semua, intervensi tradisional umumnya melibatkan pengelolaan sentral dengan toilet berpengelolaan air yang menggunakan gravitasi sebagai pembawa limbah manusia. Namun, solusi semacam itu membutuhkan investasi modal besar, air untuk pengangkutan, dan pemeliharaan jaringan pipa yang luas.

Alternatifnya, jamban gali merupakan teknologi sanitasi umum yang digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia. Sistem sanitasi berbasis kontainer (toilet tanpa air yang menampung limbah manusia) juga mulai populer karena kemampuannya dalam pengumpulan limbah manusia dengan aman. Meskipun jamban gali dan sistem sanitasi berbasis kontainer cenderung lebih murah dan lebih mudah diimplementasikan dibandingkan dengan saluran pembuangan, mereka memerlukan pengosongan rutin karena pembatasan limbah manusia hanya sebagian dari rantai nilai sanitasi.

Salah satu solusi inovatif untuk mengelola limbah manusia di skala besar tanpa menggunakan saluran pembuangan adalah melalui sistem perlakuan termal, seperti pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran. Sistem ini memanfaatkan nilai kalori dari kotoran manusia untuk mengurangi volume limbah, menghancurkan organisme patogen, dan menghilangkan sebagian besar senyawa kimia berbahaya. Temperatur tinggi pirolisis, misalnya, dapat mengubah limbah manusia menjadi biochar, suatu bahan padat berbentuk grafis yang dapat meningkatkan sifat tanah pertanian dan memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit penyerapan karbon. Biochar juga dapat digunakan untuk membuat briket sebagai bahan bakar memasak atau pemanas.

Pengembangan sistem perlakuan termal telah dipercepat melalui inisiatif “Reinvent the Toilet” dari Bill & Melinda Gates Foundation. Sistem manajemen limbah manusia di skala komunitas yang dikembangkan melalui program ini disebut sebagai Omni Processor (OPs). Dari segi teknologi, sistem manajemen lumpur tinja komunitas ini dijual sebagai teknologi perlakuan lumpur yang dioptimalkan dengan memanfaatkan perlakuan termal untuk menonaktifkan patogen dan mendaur ulang energi dari limbah manusia.

Namun, meskipun efikasi perlakuan termal telah banyak diteliti, penelitian tentang keberlanjutan relatif dari OPs yang baru masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi keberlanjutan relatif dari teknologi OP berbasis pirolisis, dengan mempertimbangkan aspek keuangan dan dampak lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang efek penggunaan teknologi perlakuan termal untuk limbah manusia, khususnya dalam konteks biochar.

Melalui pemodelan kuantitatif berbasis data dari pengujian lapangan dan skala penuh, penelitian ini memfokuskan pada evaluasi kinerja Biogenic Refinery 4018 (Biomass Controls PBC). Dua skenario implementasi yang berbeda digunakan sebagai dasar studi ini, yaitu dengan menggunakan fasilitas depan berupa jamban gali dan sistem sanitasi berbasis kontainer. Dengan menggabungkan analisis ketidakpastian dan sensitivitas, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberlanjutan sistem. Selain itu, keseimbangan karbon dan nutrisi dievaluasi untuk mengukur potensi sumber daya ini untuk mengimbangi biaya implementasi sanitasi melalui kredit penyerapan karbon dan penjualan pupuk.

Melalui eksplorasi potensi teknologi perlakuan termal untuk limbah manusia, kita dapat membuka peluang baru dalam memenuhi kebutuhan sanitasi global secara berkelanjutan. Dengan pendekatan inovatif ini, biochar tidak hanya menjadi solusi untuk mengelola limbah manusia tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas tanah pertanian dan meminimalkan dampak lingkungan. Biochar dapat menjadi langkah revolusioner dalam mewujudkan sanitasi yang aman dan ramah lingkungan untuk semua.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish