Atrazine adalah salah satu herbisida yang paling sering digunakan di dunia, terutama dalam budidaya jagung. Namun, penggunaan yang luas selama bertahun-tahun membuat zat ini sering ditemukan di air permukaan dan air tanah, yang bisa berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Meskipun atrazine dapat terurai atau menempel pada komponen tanah, terutama bahan organik, tetap saja sebagian darinya terbawa oleh air hujan dan masuk ke aliran sungai atau sumur.
Salah satu cara inovatif untuk mengurangi pencemaran atrazine adalah dengan menggunakan biochar, yaitu bahan seperti arang yang dibuat dari biomassa melalui proses pemanasan tanpa oksigen (pirolisis). Biochar kaya akan gugus fungsional aktif yang dapat menyerap atrazine dari air. Karena itu, para peneliti mulai mempertimbangkan biochar sebagai filter alami untuk menyaring air limpasan pertanian sebelum mencapai sungai atau sumber air minum.
Bagaimana Biochar Menyaring Atrazine?
Biochar memiliki struktur berpori yang luas, mirip dengan spons, yang memungkinkannya menyerap berbagai zat kimia termasuk atrazine. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa biochar bahkan bisa lebih efektif dibandingkan karbon aktif dalam menyerap polutan ini. Gugus-gugus fungsional seperti amina, hidroksil, dan karbonil dalam biochar membantu menangkap atrazine sehingga tidak larut dalam air.
Penelitian menunjukkan bahwa atrazine terserap oleh biochar dalam dua tahap: tahap cepat dalam 300 detik pertama, diikuti oleh tahap yang lebih lambat. Proses ini bersifat eksotermik, artinya energi dilepaskan ketika atrazine menempel pada biochar. Uji coba dengan sistem aliran air juga menunjukkan bahwa waktu kontak selama 300 detik sudah cukup efektif, sedangkan menambah waktu hingga 600 detik tidak memberikan peningkatan yang signifikan.
Jika biochar digunakan dalam sistem penyaringan air pertanian, maka untuk mencapai target pengurangan atrazine sebesar 50% di daerah Midwest AS, diperlukan sekitar 32 ton biochar untuk desain dengan waktu kontak 45 detik dan hanya 4 ton untuk waktu kontak 300 detik. Dengan kata lain, semakin lama air bersentuhan dengan biochar, semakin sedikit jumlah biochar yang dibutuhkan.
Biochar memiliki banyak keunggulan sebagai penyaring atrazine, di antaranya:
- Efektif dalam menyerap atrazine, bahkan lebih baik dari karbon aktif.
- Dapat digunakan dalam berbagai skala, baik untuk pertanian kecil maupun besar.
- Berpotensi meningkatkan kualitas tanah, karena biochar yang sudah jenuh atrazine masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
- Belum diketahui secara pasti bagaimana atrazine terurai dalam biochar, sehingga perlu penelitian lebih lanjut agar tidak terjadi pelepasan kembali ke lingkungan.
- Biaya produksi dan penerapan biochar perlu diperhitungkan agar lebih ekonomis dibandingkan metode lain.
Menggunakan biochar sebagai media penyaring atrazine adalah solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berpotensi besar untuk mengurangi pencemaran air akibat pertanian. Dengan memahami cara kerja biochar dan bagaimana mengoptimalkan penggunaannya, kita bisa menciptakan sistem penyaringan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas jangka panjang serta memanfaatkan biochar yang sudah jenuh atrazine agar tetap berguna bagi pertanian.
