### Inovasi Energi Terbarukan: Pengembangan Bahan Perubahan Fase Komposit dari Biochar Cangkang Almond Dalam era yang penuh tantangan energi dan lingkungan, solusi inovatif menjadi kunci untuk menghadapi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Salah satu solusi yang menarik perhatian adalah penggunaan bahan perubahan fase komposit (CPCM) yang memanfaatkan biochar cangkang almond (ASB) sebagai bahan pendukung. Mari kita jelajahi bagaimana kombinasi biochar dan polietilena glikol (PEG) dapat menawarkan solusi efektif untuk penyimpanan energi termal. #### Biochar: Bahan Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian Biochar adalah bahan kaya karbon yang diproduksi melalui proses pirolisis biomassa, seperti residu pertanian atau hutan, dalam kondisi terbatas oksigen. Dengan biaya produksi yang relatif rendah, permukaan yang sangat fungsional, dan struktur berpori yang baik, biochar telah menjadi bahan yang populer dalam penelitian penghilangan ion logam berat dari air. #### Mengatasi Kekurangan Polietilena Glikol Polietilena glikol (PEG) dikenal sebagai bahan perubahan fase organik yang menjanjikan karena kapasitas panas laten yang tinggi, suhu leleh yang sesuai, dan stabilitas kimia yang unggul. Namun, konduktivitas panas yang rendah dan masalah kebocoran cairan selama transisi fase menjadi tantangan utama dalam penggunaannya. Untuk mengatasi masalah ini, PEG dikombinasikan dengan bahan pendukung berpori seperti biochar. #### PEG/ASB: Solusi Inovatif untuk Penyimpanan Energi Termal Dalam penelitian ini, biochar dari cangkang almond (ASB) digunakan sebagai matriks PEG untuk mengembangkan CPCM form-stable baru (PEG/ASB) melalui metode impregnasi vakum yang sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa PEG/ASB memiliki stabilitas termal yang baik dan kapasitas penyimpanan panas laten yang meningkat dengan penambahan persentase berat PEG. Kurva kalorimetri pemindaian diferensial (DSC) mengungkapkan bahwa kapasitas penyimpanan panas laten PEG/ASB meningkat seiring dengan peningkatan konten PEG. Selain itu, PEG/ASB memiliki konduktivitas termal yang luar biasa sebesar 0,402 W/mK, yang kira-kira 1,6 kali lebih tinggi daripada PEG murni, berkat penambahan ASB. #### Potensi Aplikasi PEG/ASB dalam Industri Energi Keunggulan PEG/ASB tidak hanya berhenti pada stabilitas dan kapasitas penyimpanan panasnya. Biochar yang digunakan sebagai matriks PEG juga membawa manfaat lingkungan dengan memanfaatkan limbah padat pertanian secara efektif. Dengan demikian, penggunaan PEG/ASB dapat mengurangi biaya produksi CPCM form-stable, sekaligus menawarkan solusi berkelanjutan untuk penyimpanan energi. #### Masa Depan Energi Terbarukan Dalam menghadapi tantangan energi global, pengembangan CPCM form-stable seperti PEG/ASB menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai industri. Dengan kemampuan menyimpan dan melepaskan energi termal secara efisien, PEG/ASB dapat digunakan dalam penyimpanan energi surya, program pemulihan panas, dan konservasi energi bangunan. Penelitian ini membuka jalan bagi penggunaan biochar sebagai bahan dasar dalam produksi CPCM form-stable, menunjukkan bahwa kombinasi inovatif ini tidak hanya mengatasi kekurangan bahan perubahan fase organik, tetapi juga memanfaatkan limbah pertanian dengan cara yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Masa depan energi terbarukan tampak lebih cerah dengan inovasi seperti PEG/ASB, yang menjanjikan solusi efisien dan berkelanjutan untuk tantangan energi kita.

Inovasi Energi Terbarukan: Pengembangan Bahan Perubahan Fase Komposit dari Biochar Cangkang Almond

Dalam era yang penuh tantangan energi dan lingkungan, solusi inovatif menjadi kunci untuk menghadapi kebutuhan energi yang semakin meningkat. Salah satu solusi yang menarik perhatian adalah penggunaan bahan perubahan fase komposit (CPCM) yang memanfaatkan biochar cangkang almond (ASB) sebagai bahan pendukung. Mari kita jelajahi bagaimana kombinasi biochar dan polietilena glikol (PEG) dapat menawarkan solusi efektif untuk penyimpanan energi termal.

Biochar adalah bahan kaya karbon yang diproduksi melalui proses pirolisis biomassa, seperti residu pertanian atau hutan, dalam kondisi terbatas oksigen. Dengan biaya produksi yang relatif rendah, permukaan yang sangat fungsional, dan struktur berpori yang baik, biochar telah menjadi bahan yang populer dalam penelitian penghilangan ion logam berat dari air.

Polietilena glikol (PEG) dikenal sebagai bahan perubahan fase organik yang menjanjikan karena kapasitas panas laten yang tinggi, suhu leleh yang sesuai, dan stabilitas kimia yang unggul. Namun, konduktivitas panas yang rendah dan masalah kebocoran cairan selama transisi fase menjadi tantangan utama dalam penggunaannya. Untuk mengatasi masalah ini, PEG dikombinasikan dengan bahan pendukung berpori seperti biochar.

Dalam penelitian, biochar dari cangkang almond (ASB) digunakan sebagai matriks PEG untuk mengembangkan CPCM form-stable baru (PEG/ASB) melalui metode impregnasi vakum yang sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa PEG/ASB memiliki stabilitas termal yang baik dan kapasitas penyimpanan panas laten yang meningkat dengan penambahan persentase berat PEG.

Kurva kalorimetri pemindaian diferensial (DSC) mengungkapkan bahwa kapasitas penyimpanan panas laten PEG/ASB meningkat seiring dengan peningkatan konten PEG. Selain itu, PEG/ASB memiliki konduktivitas termal yang luar biasa sebesar 0,402 W/mK, yang kira-kira 1,6 kali lebih tinggi daripada PEG murni, berkat penambahan ASB.

Keunggulan PEG/ASB tidak hanya berhenti pada stabilitas dan kapasitas penyimpanan panasnya. Biochar yang digunakan sebagai matriks PEG juga membawa manfaat lingkungan dengan memanfaatkan limbah padat pertanian secara efektif. Dengan demikian, penggunaan PEG/ASB dapat mengurangi biaya produksi CPCM form-stable, sekaligus menawarkan solusi berkelanjutan untuk penyimpanan energi.

Dalam menghadapi tantangan energi global, pengembangan CPCM form-stable seperti PEG/ASB menunjukkan potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai industri. Dengan kemampuan menyimpan dan melepaskan energi termal secara efisien, PEG/ASB dapat digunakan dalam penyimpanan energi surya, program pemulihan panas, dan konservasi energi bangunan.

Inovasi ini membuka jalan bagi penggunaan biochar sebagai bahan dasar dalam produksi CPCM form-stable, menunjukkan bahwa kombinasi inovatif ini tidak hanya mengatasi kekurangan bahan perubahan fase organik, tetapi juga memanfaatkan limbah pertanian dengan cara yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Masa depan energi terbarukan tampak lebih cerah dengan inovasi seperti PEG/ASB, yang menjanjikan solusi efisien dan berkelanjutan untuk tantangan energi kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish