Memanfaatkan Biochar untuk Remediasi Tanah Terkontaminasi: Strategi Hijau Phytostabilization

Memanfaatkan Biochar untuk Remediasi Tanah Terkontaminasi: Strategi Hijau Phytostabilization

Kontaminasi tanah oleh logam berat (HMs) merupakan masalah global yang memerlukan solusi inovatif. Salah satu pendekatan hijau yang menarik perhatian adalah phytostabilization, di mana tanaman ditanam untuk mengurangi mobilitas HMs dan merestorasi ekosistem. Namun, kondisi tanah yang tercemar oleh HMs menciptakan tantangan, dan disinilah peran biochar menjadi kunci.

Biochar, yang dikenal karena kemampuannya untuk meningkatkan kondisi tanah ekstrem, mempromosikan kesuburan tanah, dan mengurangi bioavailabilitas HMs, diusulkan sebagai tambahan yang efektif dalam phytostabilization. Kinerja biochar bervariasi tergantung pada jenis biomassa yang digunakan, dan penggunaan biochar pada tanah yang sangat terkontaminasi oleh HMs mungkin memerlukan strategi tambahan.

Penelitian terbaru mengeksplorasi penggunaan tiga jenis biochar berbeda: pig manure-derived biochar (PM), invasive plant Japanese knotweed-based biochar (JK), dan combined biochar (P1J1) hasil co-pyrolysis pig manure dan Japanese knotweed. Kedua jenis biochar tunggal menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan co-pyrolysis dikemukakan sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi kelemahan ini.

Selain itu, studi ini mencoba memahami dampak pemotongan bulanan ryegrass, tanaman pionir yang dapat bertahan hidup di tanah terkontaminasi HMs. Hasil penelitian menyoroti bahwa pendekatan pemotongan ini, yang biasanya diterapkan pada tanah pertanian, dapat menghasilkan hasil yang komparatif di tanah yang sangat terkontaminasi. Manajemen tanaman, seperti frekuensi pemotongan dan waktu yang tepat, ternyata dapat memengaruhi efisiensi phytostabilization dan kualitas biomassa yang dihasilkan.

Peran Dissolved Organic Matter (DOM) dalam Phytostabilization

Seiring dengan penambahan biochar, peran DOM dalam tanah menjadi sangat penting. Biochar memodifikasi komposisi DOM, yang kemudian mempengaruhi spesiasi logam tanah. Keterlibatan tanaman dalam proses ini dapat mempercepat modifikasi DOM, menghasilkan kompleks metal-DOM yang beragam. Pentingnya co-pyrolysis dan manajemen tanaman dalam peningkatan efisiensi phytostabilization dan kualitas biomassa menunjukkan arah baru untuk penelitian dan implementasi praktis di lapangan. Dengan memanfaatkan biochar secara cerdas dan memahami dinamika tanah yang kompleks, kita dapat melangkah menuju solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kontaminasi tanah global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish