Memanfaatkan Kekuatan Biochar sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Pencemaran Tanah

Memanfaatkan Kekuatan Biochar sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Pencemaran Tanah

Urbanisasi dan industrialisasi telah menyebabkan kontaminasi tanah yang luas dengan logam berat, di mana timbal (Pb) menjadi polutan penting di antara mereka. Pb masuk ke dalam tanah melalui berbagai kegiatan industri seperti pembuangan baterai dan cat, pertambangan dan peleburan, serta pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan bensin bertimbal. Sumber alami seperti pelapukan batuan, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, dan semprotan laut juga berkontribusi pada polusi tanah dengan Pb.

Dampak pencemaran Pb tidak hanya terbatas pada masalah lingkungan; hal itu juga membawa risiko kesehatan serius bagi manusia, terutama memengaruhi kesejahteraan remaja. Konsumsi hasil pertanian yang ditanam di tanah tercemar Pb dapat menyebabkan efek neurologis dan gangguan kognitif. Selain itu, pencemaran Pb juga mengancam sumber daya air tanah dan permukaan, yang memperburuk degradasi lingkungan.

Dalam menanggapi masalah yang mendesak ini, praktik mitigasi tradisional telah menunjukkan keterbatasan. Sebagai hasilnya, teknik remediasi yang lembut seperti fitoremediasi dan imobilisasi in-situ telah mendapat perhatian lebih. Fitoremediasi melibatkan penggunaan tanaman bersama dengan praktik agronomi yang sesuai untuk mengurangi toksisitas logam berat atau menghilangkannya dari lingkungan. Di sisi lain, imobilisasi in-situ membatasi mobilitas polutan di tanah dengan menggunakan penutup tanaman yang sesuai di lokasi yang tercemar.

Salah satu pendekatan inovatif yang menjanjikan dalam mengatasi kontaminasi Pb adalah penggunaan biochar (BR). Biochar diproduksi melalui pirolisis limbah organik di bawah kondisi oksigen yang terbatas. Ketika berasal dari bahan pakan alkali, biochar dapat meningkatkan pH tanah mirip dengan bahan pengekalkan tradisional. Luas permukaannya yang besar dan kapasitas adsorpsinya yang tinggi membuatnya efektif dalam mengurangi ketersediaan Pb dalam tanah tercemar.

Efektivitas biochar, bersama dengan amandemen lain yang ekonomis dan inovatif seperti bentonit (BN), lignin (LN), semen fosfat kalium magnesium (CM), dan hidroksil fosfat besi (FeHP), telah menjadi subjek penelitian baru-baru ini. Amandemen-amandemen ini tidak hanya mengikat Pb tetapi juga meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman sambil mengurangi stres oksidatif pada tanaman.

Sebagai contoh, CM mengubah Pb menjadi piroformit yang sangat tidak larut dan Pb-fosfat, membuatnya menjadi agen pengikat yang sangat baik dibandingkan dengan semen Portland biasa (OPC). Demikian pula, BN, dengan muatan negatifnya yang kuat dan luas permukaannya, secara signifikan mengurangi ketersediaan biologis berbagai logam, terutama Pb.

Sebagai kesimpulan, biochar muncul sebagai solusi yang berkelanjutan dan efektif dalam memerangi pencemaran Pb di tanah. Kemampuannya untuk mengikat Pb, meningkatkan kesehatan tanah, dan meningkatkan produktivitas tanaman menjadikannya alat berharga dalam upaya remediasi lingkungan. Memasukkan biochar dan amandemen-inovatif lainnya ke dalam praktik pengelolaan tanah dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan produksi pangan yang lebih aman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish