Biochar semakin populer sebagai bahan ramah lingkungan untuk memperbaiki tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, hingga meningkatkan kesuburan lahan. Namun, tidak semua biochar memiliki sifat yang sama. Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa metode pembakaran (pirolisis) dan suhu pembakaran adalah penentu utama kualitas biochar. Padahal, bagi pengguna di lapangan, informasi ini seringkali tidak tersedia karena bersifat teknis atau bahkan rahasia pabrikan.
Yang lebih mudah dikenali dan ternyata sama pentingnya adalah asal bahan baku (feedstock) biochar itu sendiri. Penelitian terbaru mencoba menggali lebih jauh karakter fisik dan kimia dari berbagai biochar komersial untuk melihat apakah ada pola tertentu yang bisa dijadikan pedoman praktis bagi petani maupun konsumen.
Sebanyak 12 biochar dianalisis, lalu hasilnya dibandingkan dengan puluhan data dari berbagai studi terdahulu. Hasilnya cukup jelas: biochar dari rumput, pupuk kandang, kayu, cangkang, bahkan alga memiliki sifat khas masing-masing. Misalnya, kandungan abu pada biochar dari rumput dan pupuk kandang jauh lebih tinggi dibandingkan biochar kayu. Sebaliknya, biochar dari kayu (terutama jenis softwood) memiliki rasio karbon dan nitrogen (C/N) yang lebih tinggi, sehingga lebih tahan lama di tanah.
Selain itu, faktor suhu tetap berpengaruh pada biochar kayu, terutama terkait luas permukaan. Luas permukaan ini penting karena berkaitan dengan kemampuan biochar menahan air, menyerap nutrisi, hingga memerangkap gas rumah kaca.
Perbedaan-perbedaan ini melahirkan sebuah kesimpulan penting: asal bahan baku biochar bisa dijadikan acuan praktis untuk memilih biochar yang sesuai kebutuhan.
- Biochar dari rumput dan pupuk kandang → kaya mineral, cocok untuk menambah unsur hara tanah.
- Biochar dari kayu → lebih stabil, baik untuk penyimpanan karbon jangka panjang dan memperbaiki struktur tanah.
- Biochar dari cangkang dan limbah tanaman keras → seringkali seimbang, dengan sifat penyerap yang kuat.
Penelitian tersebut menjadi tonggak awal dalam penyusunan panduan pemilihan biochar berdasarkan feedstock. Dengan begitu, petani atau pengguna tak perlu bingung lagi harus melakukan analisis laboratorium yang mahal. Cukup dengan mengetahui bahan asal biochar, mereka sudah bisa memperkirakan manfaatnya: apakah untuk meningkatkan kesuburan, menetralkan pH tanah, atau menyimpan karbon lebih lama.
Inilah langkah sederhana yang bisa membantu biochar benar-benar memberi manfaat nyata bagi pertanian sekaligus lingkungan.
