Memperkuat Biochar untuk Mengatasi Pencemaran Kromium (Cr VI) dalam Air Limbah: Peran Ekstrak Tanaman sebagai Modifikasi

Memperkuat Biochar untuk Mengatasi Pencemaran Kromium (Cr VI) dalam Air Limbah: Peran Ekstrak Tanaman sebagai Modifikasi

Pencemaran lingkungan, terutama di perairan, telah menjadi masalah krusial yang mengancam ekosistem akuatik dan kesehatan manusia. Salah satu kontaminan utama yang menjadi sorotan adalah Kromium (Cr), yang dapat merusak organ tubuh dan berpotensi menyebabkan kanker serta mutasi genetik. Sumber pencemaran utamanya berasal dari berbagai industri seperti elektroplating, penyamakan kulit, dan metalurgi yang membuang limbah berisi ion kromium ke dalam badan air. Bahkan dalam berbagai keadaan oksidasi, Kromium memiliki bentuk heksavalen dan trivalen yang paling dominan, dengan bentuk heksavalen (Cr VI) yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia.

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai teknik pengolahan air limbah telah digunakan, namun, adsorpsi menjadi salah satu yang paling efektif. Adsorpsi adalah proses di mana materi adsorben menarik dan mempertahankan molekul atau ion tertentu di permukaannya. Di antara banyaknya adsorben yang digunakan, biochar telah menonjol sebagai pilihan yang menjanjikan. Biochar adalah material karbon yang dihasilkan dari pemecahan termokimia biomassa pada suhu tinggi dengan lingkungan yang terbatas oksigen. Selain murah dan mudah didapat, biochar juga memiliki sifat pori-pori yang mendukung penghilangan polutan dari air limbah.

Namun, untuk meningkatkan efisiensi biochar dalam penghilangan kromium (Cr VI) dari air limbah, penelitian telah dilakukan untuk memodifikasi permukaannya. Salah satu pendekatan yang menarik adalah menggunakan ekstrak tanaman, seperti ekstrak Allium cepa (bawang merah). Ekstrak tersebut mengandung senyawa fitokimia yang memiliki sifat antioksidan, yang dapat meningkatkan kemampuan biochar untuk menangkap kromium (Cr VI) dari larutan air.

Sebuah penelitian dilakukan dengan menggunakan biochar yang berasal dari kelopak Annona muricata dan ekstrak Allium cepa. Adsorben yang dihasilkan kemudian diuji untuk efektivitasnya dalam menghilangkan kromium (Cr VI) dari larutan air. Berbagai faktor seperti pH awal, periode agitasi, dosis adsorben, dan konsentrasi awal kromium (Cr VI) dievaluasi untuk memahami proses penghilangan pencemar tersebut. Selain itu, termo dinamika, kinetika, dan isoterm dari adsorpsi kromium (Cr VI) oleh adsorben yang disiapkan juga dipelajari untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben yang disiapkan secara efektif menghilangkan kromium (Cr VI) dari larutan air, dan juga menunjukkan potensi untuk dapat digunakan kembali. Temuan ini menunjukkan bahwa modifikasi biochar dengan ekstrak tanaman seperti Allium cepa dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan biochar dalam menghilangkan pencemar berat seperti kromium (Cr VI) dari air limbah.

Dengan pendekatan ini, diharapkan bahwa penggunaan biochar yang dimodifikasi dengan ekstrak tanaman dapat menjadi solusi yang ramah lingkungan dan efektif dalam mengatasi masalah pencemaran kromium (Cr VI) dalam lingkungan akuatik kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish