Mengatasi Ancaman Kadmium pada Tanah Pertanian: Inovasi Penggunaan Biochar dan Thiourea untuk Pengurangan Kadmium pada Tanaman Jagung!

Mengatasi Ancaman Kadmium pada Tanah Pertanian: Inovasi Penggunaan Biochar dan Thiourea untuk Pengurangan Kadmium pada Tanaman Jagung!

Kadmium (Cd) adalah salah satu elemen jejak yang sangat beracun yang ditemukan di tanah, dan telah diidentifikasi sebagai elemen karsinogenik yang menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia. Sumber utama kontaminasi Cd pada lahan pertanian berasal dari aktivitas manusia, termasuk penggunaan pupuk, penambangan, dan aplikasi lumpur limbah. Polusi ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengurangi polusi Cd dan memastikan keamanan pangan bagi populasi global yang terus bertambah.

Dampak Kadmium pada Tanah dan Tanaman

Ketersediaan dan pergerakan Cd dalam sistem tanah-tanaman secara signifikan mempengaruhi layanan ekosistem tanah, mengurangi pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman. Akumulasi Cd dalam biji-bijian dan bagian tanaman yang dapat dimakan adalah sumber utama paparan manusia terhadap makanan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, pengurangan risiko kesehatan, terutama untuk tanaman yang dibudidayakan di tanah yang terkontaminasi Cd, telah menjadi fokus utama penelitian.

Tanaman yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi Cd mengalami stres osmotik, menyebabkan degradasi fisiologis akibat penurunan kandungan air relatif daun, transpirasi, konduktansi stomata, dan aktivitas fotosintesis. Akumulasi Cd dalam tanaman tidak hanya merusak jaringan kloroplas, permeabilitas membran, dan menyebabkan nekrosis sel, tetapi juga meningkatkan pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS).

Solusi Inovatif Biochar dan Thiourea

Untuk mengatasi masalah ini, penanganan yang tepat adalah dengan membatasi bioavailabilitas Cd di rhizosfer untuk mengurangi penyerapan Cd oleh tanaman. Biochar (BC) telah mendapatkan perhatian signifikan sebagai amandemen tanah untuk meningkatkan penyerapan karbon, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meminimalkan bioavailabilitas Cd di rhizosfer. BC memiliki kapasitas penyerapan yang tinggi dan luas permukaan yang besar, sehingga efektif dalam mengurangi bioavailabilitas Cd.

Selain itu, aplikasi eksogen zat pengatur tumbuh seperti thiourea (TU) juga memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengurangi kapasitas tanaman untuk mengakumulasi logam berat. TU adalah hormon pertumbuhan tanaman yang secara aktif terlibat dalam serangkaian perubahan perkembangan, fisiologis, dan biokimia pada tanaman. Aplikasi eksogen TU dapat mengurangi toksisitas Cd, meningkatkan metabolisme tanaman, reaksi biokimia, dan mengurangi penyerapan Cd oleh tanaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish