Seiring meningkatnya permintaan dunia akan protein, industri peternakan, terutama unggas, berkembang pesat. Namun, hal ini juga berarti peningkatan jumlah limbah ternak yang perlu dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Misalnya, industri unggas di Tiongkok menghasilkan sekitar 3,16 miliar ton limbah pada tahun 2015, dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahun. Limbah ini memang kaya nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Namun, jika dibiarkan menumpuk atau dibuang sembarangan, limbah ini dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta menyebarkan penyakit.
Salah satu solusi inovatif yang kini mulai banyak diterapkan adalah mengubah limbah ternak menjadi sumber daya baru dengan bantuan larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF). Larva BSF memiliki kemampuan luar biasa untuk “memakan” limbah dan mengubahnya menjadi biomassa yang bernutrisi tinggi, yang bisa menjadi pakan ternak atau bahkan bahan dasar pupuk organik. Proses ini cepat, hanya dalam waktu satu hingga dua minggu, limbah ternak bisa menjadi lebih aman dan bermanfaat. Tak hanya itu, konversi oleh BSF juga mengurangi bau busuk, menekan bakteri berbahaya, dan mengurangi sisa antibiotik, membuatnya menjadi solusi yang ramah lingkungan.
Tetapi, konversi limbah dengan larva BSF juga punya tantangan, terutama terkait emisi nitrogen yang cukup tinggi dalam bentuk amonia (NH3) dan nitrous oksida (N2O). Gas ini tidak hanya mencemari udara, tapi juga merusak peralatan pengelolaan limbah dan berdampak buruk pada lingkungan. N2O, misalnya, adalah salah satu gas rumah kaca yang paling kuat setelah CO2 dan CH4, sehingga pengendalian emisi gas ini menjadi prioritas.
Di sinilah biochar berperan sebagai solusi pendukung. Biochar, material kaya karbon yang diperoleh dari pemanasan biomassa tanpa oksigen, memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Dalam pengomposan limbah, biochar dikenal bisa meningkatkan aktivitas mikroba, mempercepat proses dekomposisi, dan mengurangi emisi amonia secara signifikan. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa biochar mampu meningkatkan pertumbuhan larva BSF sekaligus meningkatkan penyerapan nitrogen pada pupuk organik yang dihasilkan.
Kolaborasi antara biochar dan larva BSF menghasilkan limbah ternak yang bisa dikelola dengan lebih efisien. Biochar membantu memperbaiki lingkungan hidup larva, sementara larva bekerja mengurai limbah dengan lebih cepat dan menghasilkan biomassa yang bernilai tinggi. Pada akhirnya, penggunaan biochar dan BSF dalam pengelolaan limbah tidak hanya membantu mengurangi polusi dan emisi gas berbahaya, tapi juga memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan pertanian.
