Penggunaan sumber daya terbarukan dalam industri kimia semakin mendapat perhatian, terutama dalam pengembangan katalis yang ramah lingkungan untuk reaksi organik. Salah satu pendekatan menarik adalah produksi dukungan katalis berkelanjutan untuk nanopartikel palladium (Pd) menggunakan biochar dari biomassa sebagai material utama. Biochar, yang dihasilkan dari proses pirolisis biomassa, menawarkan potensi besar sebagai bahan pendukung katalis karena ketersediaan yang luas dan biaya yang terjangkau.
Dalam sebuah studi, dua jenis biochar dari biomassa yang berbeda telah diinvestigasi sebagai dukungan katalis untuk nanopartikel palladium dalam reaksi Suzuki-Miyaura, reaksi cross-coupling yang penting dalam sintesis organik. Biochar yang digunakan adalah dari batang jagung, salah satu sumber biomassa yang melimpah dan murah.
Selain biochar, material lain seperti kitosan dan selulosa juga dieksplorasi sebagai dukungan katalis yang berkelanjutan. Kitosan, yang berasal dari deasetilasi kitin yang ditemukan dalam eksoskeleton krustasea, dan selulosa, yang sangat melimpah dalam tumbuhan, menawarkan potensi sebagai bahan pendukung katalis yang ramah lingkungan karena ketersediaan dan biaya rendahnya.
Dalam studi tersebut, dua sistem katalitik baru telah dikembangkan yakni, film kitosan/selulosa (CCF) dan biochar batang jagung (CSB), yang masing-masing mendukung nanopartikel palladium (Pd/CCF dan Pd@CSB). Sistem-sistem ini kemudian diuji dalam reaksi Suzuki-Miyaura, menunjukkan efisiensi dan ketahanan yang baik dalam pembentukan produk target. Hasil ini menunjukkan potensi besar dari biochar dan biomassa lainnya sebagai dukungan katalis berkelanjutan untuk industri kimia.
Penerapan material-material ini tidak hanya meningkatkan keberlanjutan dalam proses produksi katalis, tetapi juga mendukung nilai tambah bagi industri biomassa dan agro-industri. Dengan memanfaatkan sumber daya terbarukan dan mengurangi dampak lingkungan, penggunaan biochar dan bahan biomassa lainnya dalam produksi katalis dapat menjadi langkah penting menuju industri kimia yang lebih berkelanjutan.
