Menghidupkan Kembali Karbon: Biochar dari Kotoran Ternak dan Jerami untuk Kesuburan Tanah dan Iklim

Menghidupkan Kembali Karbon: Biochar dari Kotoran Ternak dan Jerami untuk Kesuburan Tanah dan Iklim

Salah satu cara paling berharga untuk menghadapi perubahan iklim adalah dengan mengembalikan karbon ke dalam tanah. Saat ini ada banyak teknologi untuk menangkap dan menyimpan karbon, namun salah satu yang semakin menarik perhatian adalah teknologi biochar. Biochar merupakan hasil pengarangan dari berbagai bahan hayati yang kemudian dikembalikan lagi ke lahan pertanian.

Sebuah kajian menarik dilakukan untuk melihat bagaimana biochar yang dibuat dari kotoran hewan dan jerami tanaman bisa berperan dalam menjaga karbon tetap tersimpan di tanah. Enam jenis biochar disiapkan dari bahan berbeda: kotoran ayam, kotoran babi, kotoran sapi, serta jerami padi, kedelai, dan jagung. Setiap biochar kemudian diuji karakter kimianya, seperti kandungan unsur, daya tukar kation, pH, konduktivitas listrik, luas permukaan, hingga gugus fungsional yang dimilikinya. Setelah itu dilakukan percobaan inkubasi untuk melihat sejauh mana karbon dari campuran tanah dan biochar dapat bertahan.

Hasilnya cukup menarik. Biochar yang dibuat dari jerami tanaman ternyata menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan dengan yang berasal dari kotoran hewan. Meskipun kandungan nitrogen pada biochar relatif rendah, unsur hara penting seperti fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) justru cukup tinggi pada hampir semua jenis biochar—kecuali pada biochar dari kotoran babi yang nilainya lebih rendah.

Ketika dicampurkan ke dalam tanah, biochar dari bahan tanaman juga menghasilkan emisi CO₂ yang lebih rendah. Ini artinya, dibandingkan dengan biochar dari kotoran hewan, biochar jerami lebih efektif dalam menyimpan karbon dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Menariknya, semua biochar yang dihasilkan cenderung bersifat basa (alkalin), yang juga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi tanah.

Temuan ini menjadi sinyal positif bahwa jerami tanaman yang selama ini hanya dibiarkan membusuk atau dibakar, ternyata bisa diolah menjadi biochar yang berguna ganda: membantu menyerap karbon, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dengan ketersediaan melimpah kotoran hewan dan jerami di wilayah pertanian, khususnya seperti di Brasil bagian selatan, biochar bisa menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi dua masalah sekaligus: limbah pertanian dan perubahan iklim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *