Menguak Peran Tersembunyi Pohon dalam Melepaskan Gas Rumah Kaca N₂O

Menguak Peran Tersembunyi Pohon dalam Melepaskan Gas Rumah Kaca N₂O

Selama ini, ketika berbicara tentang gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global, pikiran kita langsung tertuju pada karbon dioksida (CO₂). Padahal, ada satu “pemain besar” lain yang sering terabaikan: dinitrogen oksida (N₂O) atau yang akrab disebut gas tertawa.

Jangan terkecoh dengan namanya, N₂O memiliki daya pemanasan global 270 kali lebih besar dibanding CO₂ dalam skala waktu 100 tahun. Selain itu, gas ini juga menjadi penyebab utama penipisan lapisan ozon.

Selama Ini Semua Menyalahkan Tanah, Tapi…

Selama puluhan tahun, para ilmuwan beranggapan bahwa sumber utama N₂O di ekosistem hutan adalah tanah, khususnya hasil aktivitas mikroba di dalamnya. Pohon dianggap hanya “korban” yang tidak terlibat langsung.

Namun, temuan terbaru justru membalik anggapan itu. Ternyata, tanaman tidak hanya menyalurkan N₂O dari tanah ke udara, tetapi juga bisa memproduksinya sendiri melalui proses fisiologis, seperti asimilasi nitrogen.

Kasus Pohon Kayu Kamper (Cinnamomum camphora)

Pohon kamper dikenal dengan daun beraroma khas yang bisa diolah menjadi minyak atsiri bernilai tinggi. Di China, tanaman ini sering dibudidayakan, dan praktik pemupukan nitrogen yang intensif membuat lahannya berpotensi tinggi melepas N₂O.

Penelitian terhadap bibit kamper menunjukkan hal menarik:

  • Penambahan nitrogen membuat emisi N₂O dari tanaman melonjak hingga dua kali lipat.
  • Karakter daun — seperti kandungan nitrogen dan fosfor, kemampuan fotosintesis, serta tingkat transpirasi — berperan besar dalam menentukan seberapa banyak N₂O yang dilepaskan.
  • Proses fotosintesis dan konduktansi stomata (kemampuan daun mengatur buka-tutup pori) berhubungan erat dengan pelepasan gas ini.

Biochar biasanya dibuat dari limbah pertanian, tapi di China muncul ide unik: mengolah bangkai babi menjadi biochar melalui proses pirolisis. Metode ini bukan hanya solusi ramah lingkungan untuk mengelola limbah, tetapi juga berpotensi memengaruhi emisi N₂O dari tanaman.

Saat biochar dicampurkan ke tanah bersama nitrogen, ada interaksi menarik yang memengaruhi pertumbuhan tanaman dan pelepasan gas. Biochar dapat mengubah sifat tanah, mempengaruhi serapan nutrien, dan pada akhirnya mengubah pola emisi N₂O.

Kenapa Kita Perlu Peduli?

Memahami bahwa pohon pun berkontribusi pada emisi N₂O berarti kita tidak bisa lagi menghitung anggaran gas rumah kaca hanya dari tanah. Pengelolaan hutan, pemupukan, hingga pilihan bahan tambahan tanah (seperti biochar) perlu mempertimbangkan faktor ini.

Langkah ini penting untuk:

  • Menghitung emisi secara lebih akurat.
  • Menyusun strategi pengurangan emisi yang realistis.
  • Menemukan titik temu antara produktivitas hutan dan kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *