Mengurangi Emisi Metana dari TPA dengan Biochar Hidrofobik

Mengurangi Emisi Metana dari TPA dengan Biochar Hidrofobik

Tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi salah satu sumber utama emisi metana (CH4), gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO2). Gas ini dihasilkan dari proses alami penguraian sampah dan bisa berdampak besar terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara efektif dalam mengurangi emisi metana, salah satunya dengan memanfaatkan biochar dalam tanah penutup TPA.

Mengapa Biochar?

Biochar adalah arang yang dibuat dari limbah organik yang dipanaskan tanpa oksigen. Dengan struktur yang berpori dan daya serap gas yang tinggi, biochar dapat membantu menyebarkan metana dan oksigen dalam tanah, serta menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme pengurai metana. Namun, ada tantangan: saat musim hujan, air lebih mudah masuk dan mengisi pori-pori tanah yang mengandung biochar, sehingga menghambat proses oksidasi metana dan mengurangi efektivitasnya.

Solusi: Biochar Hidrofobik

Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkanlah biochar hidrofobik yang memiliki sifat tahan air, tetapi tetap memungkinkan udara bersirkulasi dalam tanah. Dengan biochar hidrofobik, tanah tidak mudah menyerap air hujan berlebih, tetap kering lebih lama, dan memungkinkan proses oksidasi metana berjalan lebih efisien.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa biochar hidrofobik mampu menghilangkan 100% metana saat kadar gas TPA mencapai 25%. Proses ini paling aktif terjadi di kedalaman 10–30 cm (lapisan atas) dan 50–60 cm (lapisan bawah). Menariknya, jumlah bakteri pengoksidasi metana (MOB) di tanah yang diperkaya biochar hidrofobik meningkat secara signifikan—mencapai 55,93% di lapisan atas dan 46,93% di lapisan bawah—lebih tinggi dibandingkan tanah dengan biochar biasa.

Apa Keuntungan Biochar Hidrofobik?

Biochar hidrofobik membawa banyak manfaat dalam sistem tanah penutup TPA, di antaranya:

  • Mengurangi penyerapan air hujan berlebih, sehingga tanah tetap optimal untuk proses oksidasi metana.
  • Memastikan sirkulasi udara yang baik, mendukung aktivitas bakteri pengurai metana.
  • Meningkatkan populasi bakteri pengoksidasi metana, yang berperan besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dengan inovasi ini, pengelolaan sampah di TPA bisa menjadi lebih ramah lingkungan dan lebih berkontribusi dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Biochar hidrofobik bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga langkah nyata menuju sistem pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *