Pemanfaatan Biochar dalam Pengelolaan Limbah: Pengendapan Struvite di Stasiun Pemindahan Sampah

Pemanfaatan Biochar dalam Pengelolaan Limbah: Pengendapan Struvite di Stasiun Pemindahan Sampah

Stasiun Pemindahan Sampah (RTS) memegang peran krusial dalam menghubungkan titik produksi limbah dengan destinasi akhir seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau insinerator limbah. Di wilayah pedesaan China, RTS kebanyakan berskala kecil dengan kapasitas pemindahan sekitar 50–150 ton per hari. Selama proses pemadatan sampah dan pencucian kendaraan pengumpul limbah di RTS, air lindi menjadi produk sampingan yang tak terhindarkan. Air lindi merupakan air limbah berbahaya yang kaya akan bahan organik terlarut, senyawa xenobiotik, amonia, dan logam berat.

Diperkirakan bahwa setiap tahunnya China menghasilkan sekitar 186 juta ton limbah domestik, yang menyebabkan RTS pedesaan menghasilkan sekitar 9,3–18,6 juta ton air lindi setiap tahunnya. Masalahnya adalah pembuangan langsung atau kebocoran air lindi dapat menyebabkan polusi berkelanjutan pada air dan tanah, yang mengancam lingkungan dan kesehatan manusia.

Salah satu solusi yang diteliti adalah pengendapan Struvite, yang merupakan salah satu perlakuan paling umum untuk air limbah di berbagai konteks seperti pencernaan anaerobik, pemisahan sumber urin, dan air limbah kok. Struvite adalah senyawa yang dapat diendapkan dari air limbah setelah menambahkan sumber magnesium yang sesuai, dan dapat digunakan kembali sebagai pupuk pelepasan lambat dalam pertanian dan kehutanan.

Penggunaan biochar sebagai bahan penanam dalam pengendapan struvite telah menjadi fokus penelitian baru-baru ini. Biochar, dengan biaya rendah dan sifat yang stabil, dapat mengurangi hambatan termodinamika dari nukleasi kristal struvite. Studi telah menunjukkan bahwa penanaman biochar dalam pengendapan struvite dapat meningkatkan efisiensi pemulihan nutrisi dan menghasilkan struvite dengan ukuran partikel yang optimal.

Oleh karena itu, mengintegrasikan biochar dalam pengelolaan air lindi di RTS pedesaan dapat menjadi langkah penting dalam mendaur ulang nutrisi yang berguna dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Teknologi ini tidak hanya berpotensi mengatasi masalah limbah domestik di pedesaan, tetapi juga memberikan kontribusi pada praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan secara global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish