Pemanfaatan Potensi Biochar Kelapa Sawit untuk Produksi Bahan Bakar Bio-Jet!

Pemanfaatan Potensi Biochar Kelapa Sawit untuk Produksi Bahan Bakar Bio-Jet!

Dalam era ketika kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global, tantangan lingkungan semakin mendesak. Salah satu penyumbang utama masalah lingkungan adalah emisi gas rumah kaca (GHG) dari sektor transportasi, terutama oleh pembakaran bahan bakar fosil. Konsumsi bahan bakar aviasi atau jet fuel telah mengalami peningkatan signifikan seiring dengan pertumbuhan industri penerbangan, yang pada gilirannya meningkatkan polusi udara yang dihasilkan.

Untuk mengatasi masalah ini, generasi baru bahan bakar transportasi alternatif seperti bio-gasoline, bio-jet fuel, dan green diesel mulai menarik perhatian. Bahan bakar ini diproduksi melalui proses katalitik hydrotreatment dari minyak berbasis trigliserida, menjanjikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan.

Komposisi utama dari bahan bakar jet komersial terdiri dari parafin, aromatik, siklik alkan dan iso-alkan, dengan kisaran khusus dari hidrokarbon C9 hingga C14. Namun, transformasi trigliserida menjadi bahan bakar jet terbarukan melibatkan serangkaian reaksi kompleks, termasuk deoksigenasi, hidrogenasi, hidrogenolisis, isomerisasi, dan cracking.

Teknologi katalisator logam yang didukung oleh material berpori telah banyak digunakan dalam proses hydrotreating di banyak kilang minyak. Namun, penggunaan katalisator dengan dukungan asam seperti zeolit dan Al2O3 dalam produksi biofuel menimbulkan beberapa tantangan, termasuk pembentukan kokas pada produk logam.

Beberapa penelitian telah fokus pada produksi bio-jet fuel menggunakan katalisator logam dan logam sulfida yang didukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalisator berbasis fosfat logam juga menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam proses hydrotreatment, dengan reaktivitas tinggi dan umur pakai yang panjang.

Palm oil, sebagai sumber bahan bakar alami di Asia Tenggara, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam produksi bio-jet fuel. Limbah padat dari pengolahan minyak kelapa sawit, seperti tandan kosong dan serat, dapat diubah menjadi biochar berpori yang dapat digunakan sebagai pendukung katalisator dalam proses produksi bahan bakar bio.

Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan potensi biomassa serat kelapa sawit untuk memproduksi biochar berpori sebagai pendukung katalisator. Performa katalisator logam fosfat yang didukung oleh biochar kelapa sawit (PFC) telah diinvestigasi untuk melakukan hidrocracking minyak palm olein menjadi bio-jet fuel menggunakan reaktor aliran kontinyu. Teknik reduksi fosfat digunakan untuk mensintesis katalisator logam fosfat, yang kemudian dikarakterisasi dalam hal sifat fisikokimia menggunakan berbagai metode analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar kelapa sawit sebagai pendukung katalisator mampu meningkatkan kinerja katalisator dalam proses produksi bahan bakar bio, sambil secara efektif mengelola limbah pertanian lokal. Ini merupakan langkah penting menuju pemanfaatan sumber daya terbarukan untuk mengatasi tantangan lingkungan yang semakin mendesak di masa depan.

Dengan demikian, pengembangan biochar dari limbah kelapa sawit tidak hanya berpotensi untuk meningkatkan keberlanjutan produksi bahan bakar, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish