Teh, minuman yang dinikmati jutaan orang setiap hari, sering dipuji karena manfaat kesehatannya. Namun, di balik secangkir teh yang kita nikmati, ada kekhawatiran mengenai keberadaan logam berat seperti arsenik (As), kadmium (Cd), dan kromium (Cr). Logam-logam ini dapat diserap oleh tanaman teh dari tanah asam, terutama karena teh tumbuh di lingkungan yang mendukung penyerapan unsur-unsur tersebut. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, logam berat ini bisa berbahaya bagi kesehatan kita.
Namun, kabar baiknya adalah ada solusi ramah lingkungan yang dapat membantu mengatasi masalah ini—biochar dari serasah pemangkasan teh. Serasah ini adalah limbah yang dihasilkan ketika pohon teh dipangkas secara rutin untuk menjaga kualitas daun teh. Alih-alih dibiarkan menumpuk dan menyebabkan masalah tanah, serasah ini diubah menjadi biochar, sejenis arang yang bisa dimasukkan ke dalam tanah untuk mengurangi penyerapan logam berat oleh tanaman.
Sebuah penelitian yang menggunakan dua jenis teh, yaitu TV23 dan S.3A/3, menemukan bahwa penambahan biochar ini ke tanah secara signifikan mengurangi kandungan logam berat dalam daun teh. Pada klon TV23, kandungan arsenik berkurang hingga 36,73%, sementara kadmium turun 16,22% dan kromium berkurang 13,96%. Hasil yang serupa juga ditemukan pada klon S.3A/3. Ini menunjukkan bahwa biochar serasah teh berpotensi besar menjaga agar teh yang kita minum tetap aman.
Menariknya, penelitian ini juga melihat bagaimana kadar logam dalam teh berubah saat diseduh. Infus pertama, atau seduhan pertama, cenderung memiliki kadar logam yang lebih tinggi, sedangkan infus kedua dan ketiga menunjukkan penurunan signifikan. Jadi, jika Anda adalah seseorang yang sering menyeduh teh lebih dari sekali dengan daun teh yang sama, infus selanjutnya mungkin lebih “bersih” dari logam berat.
Lebih penting lagi, meskipun ada kandungan logam berat dalam teh, jumlah yang dikonsumsi sehari-hari masih jauh di bawah batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari logam berat dalam teh sangat rendah, jadi tidak perlu khawatir saat menikmati teh kesukaan Anda.
Selain menjaga keamanan teh, biochar dari serasah pemangkasan teh juga menawarkan solusi ramah lingkungan. Penggunaan biochar tidak hanya membantu mengurangi penumpukan limbah, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pada akhirnya, dengan penerapan biochar ini, kita tidak hanya dapat menikmati teh yang lebih aman, tetapi juga membantu menjaga lingkungan. Jadi, jika lain kali kamu menyeduh secangkir teh, ingatlah bahwa ada banyak inovasi di balik minuman ini yang tidak hanya membuatnya lebih sehat bagimu, tetapi juga lebih baik untuk bumi.
