Penggunaan Katalisator Bimetalik Fe@Mn–BC untuk Penghilangan Carbamazepine dari Lingkungan Air

Penggunaan Katalisator Bimetalik Fe@Mn–BC untuk Penghilangan Carbamazepine dari Lingkungan Air

Kontaminasi antibiotik dalam lingkungan dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem air dan kesehatan manusia. Salah satu contohnya adalah Carbamazepine (CBZ), obat yang umum digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Namun, penggunaan luas CBZ telah menyebabkan peningkatan kadar senyawa ini dalam lingkungan air, mengakibatkan dampak negatif pada ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode yang efisien untuk menghilangkan CBZ dari lingkungan.

Teknologi Proses Oksidasi Lanjutan (AOPs) telah menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir karena kemampuannya dalam mendegradasi polutan organik yang sulit terurai. AOPs menawarkan kapasitas degradasi yang lebih besar daripada metode tradisional, sehingga dianggap sebagai pendekatan yang efektif dan prospektif untuk mengatasi pencemaran organik yang sulit terurai. Salah satu metode AOPs yang banyak dipelajari adalah penggunaan peroksosulfat (PMS), yang dikenal karena kemampuannya dalam mengoksidasi berbagai jenis polutan organik.

Biochar (BC) merupakan salah satu bahan berbasis karbon yang menarik perhatian dalam pengolahan limbah. BC, yang dihasilkan dari proses pirolisis biomassa, memiliki struktur pori yang kompleks dan kemampuan adsorpsi yang tinggi terhadap kontaminan. Namun, BC memiliki keterbatasan dalam mengaktifkan PMS karena kurangnya elektron yang cukup untuk proses oksidasi. Untuk mengatasi hal ini, penelitian telah menunjukkan bahwa penambahan logam ke dalam BC dapat meningkatkan aktivasi PMS dan meningkatkan efisiensi katalitiknya.

Penelitian dilakukan menggunakan BC yang disintesis dari bubuk kedelai sebagai bahan dasar untuk membuat katalisator Fe@Mn–BC bimetalik. Katalisator ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi penghilangan CBZ dan polutan organik lainnya dari lingkungan air. Pengukuran struktur dan sifat katalisator dilakukan menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD), spektroskopi fotoelektron sinar-X (XPS), dan mikroskopi elektron pemindaian (SEM), dengan pengembangan metode ini, diharapkan dapat diperoleh solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi pencemaran oleh CBZ dan polutan organik lainnya dalam lingkungan air.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish