Penghapusan Fluorida dari Air dengan Biochar dan Bahan Adsorpsi Alami!

Penghapusan Fluorida dari Air dengan Biochar dan Bahan Adsorpsi Alami!

Fluorida adalah salah satu unsur jejak yang tersebar luas di alam, menjadi salah satu komponen berlimpah dalam kerak bumi, dengan kandungan sebesar 625 mg/g. Namun, meskipun esensial bagi tubuh manusia sebagai mikronutrien dan salah satu komponen utama gigi dan tulang, fluor telah menjadi masalah serius sebagai polutan dalam air minum. Fluorida diproduksi tidak hanya dari sumber geologi alami tetapi juga dari industri yang menggunakan senyawa yang mengandung fluor sebagai bahan baku. Konsumsi fluor yang berlebihan dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan, seperti fluorosis gigi dan tulang, serta gangguan fungsi otak janin. Oleh karena itu, tingkat konsentrasi F‐ dalam air minum sebaiknya lebih rendah dari 1,5 mg/L, sesuai dengan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk mengatasi masalah ini, banyak peneliti telah melakukan penelitian yang luas tentang teknologi penghilangan dan pemulihan fluorida dari badan air. Metode penghilangan fluorida yang umum meliputi presipitasi kimia, osmosis terbalik, pertukaran ion, nanofiltrasi, dan adsorpsi, di antaranya adsorpsi adalah yang paling umum digunakan. Adsorpsi adalah proses transfer massa gas atau zat terlarut ke permukaan padat atau cairan. Saat molekul atau atom pada permukaan padat memiliki energi permukaan residual karena ketidakseimbangan gaya, proses adsorpsi pada permukaan padat akan terjadi untuk menarik dan mempertahankan material yang bertabrakan.

Di antara bahan adsorpsi yang digunakan untuk menghilangkan polutan air, biochar, diatomit, dan bentonit merupakan pilihan yang menjanjikan. Biochar, yang merupakan hasil dari pirolisis biomassa pada suhu tinggi dalam lingkungan anaerob, memiliki struktur pori yang baik, luas permukaan spesifik tinggi, sifat pertukaran ion yang sangat baik, dan stabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar yang dibuat menggunakan sekam padi mampu menyerap hingga 72% fluorida dari badan air.

Diatomit (DA), bentonit kalsium (CB), biochar bambu (BC), dan biochar sekam padi (RHB) dipilih untuk mempelajari secara sistematis sifat adsorpsi mereka terhadap fluorida (F‐) dalam air dan untuk meneliti mekanisme adsorpsi fluorida di daerah dengan kandungan fluorida tinggi. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan dasar teoritis untuk pengolahan air yang mengandung fluorida. Kita semua berharap inovasi ini dapat menawarkan kontribusi dalam menangani masalah global tentang ketersediaan air minum yang aman dan memberikan solusi yang ramah lingkungan serta efektif dalam mengatasi polusi fluorida.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish