Peran Biochar dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Buncis Arab terhadap Kekeringan

Peran Biochar dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Ketahanan Buncis Arab terhadap Kekeringan

Buncis Arab (Cicer arietinum L.) adalah salah satu tanaman kacang-kacangan yang berasal dari wilayah Mediterania dan Timur Tengah. Saat ini, tanaman ini dibudidayakan di berbagai belahan dunia karena kandungan proteinnya yang tinggi serta manfaat kesehatannya. Namun, produksi buncis Arab sering kali terganggu oleh kondisi kekeringan yang umum terjadi di daerah pertaniannya.

Salah satu solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan menggunakan biochar. Biochar merupakan bahan organik yang dihasilkan melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan bahan organik tanpa oksigen. Dalam sebuah penelitian, dua jenis biochar dibuat dari tanaman jagung dengan metode berbeda: satu dipanaskan pada suhu 600°C (MBC), dan satu lagi melalui proses karbonisasi hidrotermal pada suhu 210°C (HTC). Biochar ini kemudian digunakan sebagai bahan tambahan tanah dalam eksperimen pertumbuhan buncis Arab.

Sebuah studi membuktikan bahwa biochar HTC lebih efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dibandingkan dengan biochar MBC. Akar dan batang tanaman buncis Arab yang diberi biochar HTC tumbuh lebih baik, serta menunjukkan peningkatan dalam penyerapan nutrisi penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan magnesium (Mg). Selain itu, kandungan nutrisi dalam tanah serta aktivitas enzim tanah, seperti fosfomonoesterase alkali dan asam serta protease, juga meningkat secara signifikan dengan aplikasi biochar HTC, baik dalam kondisi cukup air maupun kekeringan.

Penggunaan biochar juga terbukti meningkatkan jumlah bintil akar pada tanaman buncis Arab hingga 52% dalam kondisi cukup air maupun kekeringan. Hal ini menunjukkan bahwa biochar membantu meningkatkan hubungan simbiotik antara buncis Arab dan bakteri pengikat nitrogen, Mesorhizobium ciceri. Ketika biochar HTC dikombinasikan dengan inokulasi Rhizobium, aktivitas enzim tanah seperti FDA, protease, dan fosfomonoesterase alkali juga meningkat, memberikan dampak positif terhadap kesehatan tanah dan tanaman.

Fakta ini menunjukkan bahwa jenis biochar yang digunakan memainkan peran penting dalam efektivitasnya sebagai amandemen tanah. Hubungan antara sifat fisik dan kimia biochar dengan peningkatan serapan nutrisi tanaman, kinerja simbiotik, serta toleransi terhadap stres sangatlah erat. Oleh karena itu, pemilihan bahan baku dan metode produksi biochar menjadi faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di lahan yang rentan terhadap kekeringan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *