Kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat telah mendorong petani menggunakan pupuk kimia secara masif. Meskipun tujuannya baik, meningkatkan hasil panen, dampak lingkungannya sangat besar. Salah satunya adalah peningkatan kandungan nitrogen (N) di tanah yang akhirnya mengalir ke sungai, danau, atau bahkan laut melalui air hujan dan irigasi.
Di perairan, nitrogen dalam bentuk nitrat (NO₃⁻) bisa berubah menjadi amonium (NH₄⁺), terutama dalam kondisi asam. Masalahnya, jika kadar amonium berlebihan, bisa memicu berbagai dampak serius:
- Kematian ikan massal
- Ledakan pertumbuhan alga (eutrofikasi)
- Gangguan kesehatan seperti sindrom bayi biru
- Kontribusi terhadap pencemaran udara melalui pembentukan partikel halus (PM2.5)
Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi polusi amonium di lingkungan perairan.
Biochar dari Sekam Padi: Solusi Sederhana dari Limbah Pertanian
Biochar adalah bahan arang yang dihasilkan dari pembakaran biomassa (seperti limbah pertanian) dalam kondisi minim oksigen, atau dikenal sebagai proses pirolisis. Sekam padi adalah salah satu bahan baku biochar yang sangat melimpah di negara-negara agraris seperti Indonesia.
Apa yang membuat biochar dari sekam padi menarik?
- Ramah lingkungan: Terbuat dari limbah pertanian yang melimpah
- Struktur berpori: Menyediakan luas permukaan yang besar untuk menyerap polutan
- Tahan lama di lingkungan: Tidak mudah terurai, sehingga dapat bekerja dalam jangka panjang
- Biaya rendah: Mudah diproduksi dan tidak memerlukan teknologi tinggi
Penyerapan amonium oleh biochar tergantung pada beberapa faktor penting, seperti:
- pH Biochar
Biochar sekam padi bisa bersifat asam (pH ~6), netral (pH ~7), atau basa (pH >11) tergantung pada suhu dan lama pembakarannya. Biochar dengan pH netral cenderung menunjukkan kemampuan penyerapan amonium terbaik karena memiliki keseimbangan muatan permukaan yang optimal. - Ukuran Partikel
Biochar yang digiling hingga ukuran mikron (<0,5 μm) terbukti lebih efektif menyerap NH₄⁺ dibandingkan dengan biochar yang masih berbentuk serpihan besar (sub-sentimeter). Hal ini karena partikel kecil memiliki luas permukaan yang lebih besar. - Luas Permukaan dan Gugus Fungsional
Biochar netral dengan luas permukaan terbesar (~9,86 m²/gram) menunjukkan performa adsorpsi tertinggi, menyerap hingga 1,12 mg NH₄⁺ per gram material. Kehilangan gugus asam (-COOH, -OH) pada biochar alkali dapat mengurangi efektivitas penyerapan.
Dengan hasil yang menjanjikan ini, biochar sekam padi memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai agen pemulihan lingkungan, khususnya di perairan yang tercemar oleh nitrogen atau amonium. Beberapa aplikasi potensialnya antara lain:
- Restorasi sungai dan danau tercemar pupuk
- Pengolahan limbah pertanian atau rumah tangga
- Filter alami untuk kolam atau akuakultur
- Solusi penyerapan amonia di peternakan atau sawah
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini penting agar solusi ini benar-benar aman dan efektif dalam jangka panjang.
Solusi Lokal untuk Masalah Global
Biochar dari sekam padi adalah contoh nyata bagaimana limbah pertanian bisa diubah menjadi solusi cerdas bagi masalah lingkungan. Dengan produksi yang murah, bahan baku melimpah, dan kemampuan menyerap polutan yang terbukti, biochar menawarkan harapan baru bagi ekosistem perairan yang terus terancam oleh aktivitas manusia.
Jika dikembangkan dan diaplikasikan dengan bijak, biochar bisa menjadi senjata ampuh dalam menjaga air bersih, meningkatkan kualitas lingkungan, dan bahkan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
