Tanah yang tercemar logam berat seperti kromium (Cr), terutama dalam bentuk Cr(VI), merupakan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Cr(VI) diketahui 300 kali lebih beracun dibandingkan Cr(III), dan mampu merusak sel-sel makhluk hidup karena sifat oksidatifnya yang tinggi.
Namun, alam ternyata juga menyediakan solusi. Para ilmuwan telah menemukan bahwa mikroorganisme tertentu, seperti Bacillus cereus, mampu mengubah Cr(VI) menjadi Cr(III) yang lebih aman. Sayangnya, dalam kondisi tanah yang tercemar, mikroba ini kesulitan bertahan hidup dan berkembang.
Untuk mengatasi tantangan ini, para peneliti dari Tiongkok mengembangkan pendekatan cerdas: mereka menggabungkan mikroba Bacillus cereus dengan biochar – bahan mirip arang yang dihasilkan dari biomassa. Uniknya, biochar yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Enteromorpha prolifera, sejenis rumput laut hijau yang sering dianggap sebagai limbah laut.
Biochar dari rumput laut ini tidak hanya menjadi “rumah” yang nyaman bagi mikroba, tetapi juga membantu memperbaiki kualitas tanah. Dalam uji coba pot, teknologi ini berhasil mengubah 94% Cr(VI) menjadi bentuk yang lebih aman, sekaligus memperkaya kandungan karbon organik, meningkatkan kapasitas tukar kation (CEC), dan menurunkan kepadatan tanah serta potensi redoks – faktor penting untuk pertumbuhan tanaman.
Yang menarik, ketika rumput Ryegrass ditanam di tanah yang sudah diperbaiki dengan teknologi ini, pertumbuhannya meningkat pesat. Tanaman ini dikenal mampu menyerap logam berat, dan cocok tumbuh di lahan kering maupun asin. Dalam sistem ini, populasi mikroba Bacillus di tanah juga meningkat, yang menandakan lingkungan tanah menjadi lebih sehat.
Pendekatan ini menjadi contoh cemerlang bagaimana sains dan alam bisa bekerja sama. Limbah laut seperti rumput laut bisa diubah menjadi produk bernilai, mikroba alami dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan, dan tanaman bisa kembali tumbuh subur di lahan yang dulu tercemar.
Dengan kata lain, kita sedang menyaksikan bagaimana solusi hijau dan berkelanjutan dapat menjawab tantangan pencemaran tanah, sekaligus membuka peluang bagi pertanian dan reklamasi lahan yang lebih bersih di masa depan.
