Tanah adalah sumber kehidupan, tempat tanaman tumbuh dan makanan kita berasal. Namun, seiring dengan pesatnya pembangunan dan industrialisasi, banyak lahan pertanian kini tercemar oleh unsur-unsur beracun, salah satunya adalah kadmium (Cd). Unsur logam berat ini sangat berbahaya karena bisa masuk ke rantai makanan dan berdampak buruk pada kesehatan manusia, hewan, serta kesuburan tanah itu sendiri.
Lantas, adakah cara alami dan ramah lingkungan untuk mengurangi kandungan kadmium di dalam tanah? Jawabannya: ada!
Mengolah Sampah Menjadi Penyelamat Tanah
Para peneliti kini mulai memanfaatkan biochar, yaitu arang hayati yang dihasilkan dari pembakaran limbah organik seperti ampas kopi dan sampah rumah tangga. Biochar ini memiliki permukaan berpori dan mengandung banyak gugus fungsional yang bisa “mengikat” logam berat agar tidak bergerak bebas di dalam tanah. Artinya, biochar dapat menahan kadmium agar tidak diserap tanaman, dan tentu saja tidak sampai ke meja makan kita.
Namun, hasil menarik muncul ketika biochar ini dikombinasikan dengan bentonit, sejenis tanah liat alami yang sangat melimpah dan murah di Iran. Tanah liat ini juga punya kemampuan tinggi dalam menyerap logam berat. Gabungan dua bahan ini terbukti memberikan efek yang lebih kuat dalam mengurangi bahaya kadmium.
Biochar dari Sampah Rumah Tangga Ternyata Lebih Efektif
Penelitian membandingkan biochar dari dua jenis limbah: ampas kopi dan sampah rumah tangga kota (municipal solid waste). Hasilnya cukup mengejutkan. Saat dikombinasikan dengan bentonit, biochar dari sampah rumah tangga bekerja lebih efektif dalam menahan kadmium. Bahkan, kemampuannya semakin kuat saat bentonit ditambahkan dalam jumlah lebih banyak.
Apa alasannya? Rupanya, kombinasi ini mampu mengubah bentuk kadmium di tanah menjadi bentuk yang lebih stabil dan sulit larut. Jadi, risiko logam ini berpindah ke tanaman menjadi jauh lebih kecil. Selain itu, gabungan ini juga membantu menaikkan pH tanah dan meningkatkan kadar fosfor, dua faktor yang penting dalam mengunci logam berat agar tidak aktif.
Biochar yang Dimodifikasi Asam Fosfat: Tidak Selalu Lebih Baik
Menariknya, biochar yang dimodifikasi menggunakan asam fosfat, meski secara teori bisa membuka lebih banyak tempat penyerapan, ternyata justru kurang efektif dalam menahan kadmium dibanding biochar biasa. Hal ini diduga karena permukaannya menjadi terlalu jenuh oleh ion hidrogen (H⁺), sehingga justru menghambat masuknya ion kadmium.
Solusi Hijau dari Limbah
Dengan segala temuan ini, jelas bahwa pengelolaan limbah organik tidak hanya bisa mengurangi volume sampah, tapi juga memberikan manfaat besar dalam pemulihan lingkungan. Alih-alih dibuang begitu saja, ampas kopi dan sampah kota bisa diubah menjadi material penyerap logam berat. Ditambah bentonit, tanah liat yang murah dan melimpah, solusi ini sangat layak untuk diterapkan di banyak wilayah pertanian, terutama yang tanahnya tergolong kapur seperti di beberapa bagian Iran dan negara lainnya.
