Transformasi Biochar Menjadi Karbon Aktif Terasidifikasi Menawarkan Solusi untuk Peningkatan Kesehatan Tanah!

Transformasi Biochar Menjadi Karbon Aktif Terasidifikasi Menawarkan Solusi untuk Peningkatan Kesehatan Tanah!

Biochar (BC) semakin menarik perhatian sebagai solusi ramah lingkungan untuk memperbaiki kesehatan tanah yang terdegradasi. Namun, produksi biochar melalui pirolisis dengan suhu tinggi seringkali menjadi hambatan karena memerlukan pembakaran limbah secara anaerobik dan menyebabkan pH tinggi yang berdampak negatif pada tanah alkali. Oleh karena itu, percobaan baru telah dilakukan untuk menghasilkan karbon aktif terasidifikasi (AAC) secara kimia dan mengevaluasi efeknya pada status nutrisi tanah dibandingkan dengan biochar konvensional.

Mengatasi Tantangan Produksi Biochar

Produksi biochar secara tradisional melibatkan pirolisis termal, yang memerlukan suhu tinggi dan waktu yang lama. Di sisi lain, produksi karbon aktif terasidifikasi menggunakan asam sulfat menawarkan solusi yang lebih efisien. Dengan asam sulfat, karbon aktif terasidifikasi dapat dihasilkan dalam waktu singkat dan jumlah besar, serta mampu menyerap karbon lebih baik dibandingkan biochar pirolisis termal.

Manfaat AAC untuk Tanah Alkalin

Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 2% AAC pada tanah alkali mampu menurunkan pH tanah secara signifikan (3,52% pada tanah liat dan 4,71% pada tanah berpasir liat) dan juga mengurangi konduktivitas listrik (ECe) sebesar 45,2% dan 71,4%. Selain itu, AAC meningkatkan ketersediaan nutrisi penting seperti fosfor (P), seng (Zn), boron (B), dan besi (Fe) dalam tanah. Misalnya, peningkatan P mencapai 117,5% pada tanah liat dan 25,9% pada tanah berpasir liat, sementara Zn meningkat 42,0% dan 52,2%.

Pertanian modern telah memungkinkan produksi pangan untuk lebih dari 6 miliar orang, namun praktik intensif seperti penggunaan pupuk anorganik telah menurunkan kualitas tanah. Masalah seperti pH tanah yang tinggi, rendahnya bahan organik, dan populasi mikroba yang buruk menyebabkan defisiensi nutrisi penting. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan juga menyebabkan masalah lingkungan seperti salinisasi dan eutrofikasi.

Inovasi untuk Kesuburan Tanah yang Berkelanjutan

Para ilmuwan telah berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai metode, termasuk penggunaan bahan organik seperti pupuk kandang dan kompos. Namun, bahan-bahan ini rentan terhadap dekomposisi cepat. Biochar telah diperkenalkan sebagai solusi yang lebih tahan lama, namun pH tinggi dari biochar tetap menjadi tantangan. Dengan memperkenalkan karbon aktif terasidifikasi, para peneliti berharap dapat mengoptimalkan penggunaan biochar di tanah alkali dan meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi.

Inovasi ini menyimpulkan bahwa penggunaan asam sulfat untuk memproduksi karbon aktif terasidifikasi adalah metode yang lebih mudah dan ekonomis dibandingkan pirolisis termal. AAC terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan tanah dan status kesuburan. Langkah selanjutnya adalah memperluas produksi AAC dalam skala komersial dan terus mengeksplorasi aplikasinya dalam berbagai jenis tanah dan kondisi pertanian.

Pertanian modern menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. Inovasi seperti karbon aktif terasidifikasi menawarkan solusi berkelanjutan yang dapat membantu mengatasi tantangan ini dan memastikan pasokan pangan yang aman untuk generasi mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish