Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak zaitun telah berkembang pesat, menghasilkan volume besar limbah yang mengancam lingkungan. Dua limbah utama yang dihasilkan adalah air limbah penggilingan zaitun (Olive Mill Wastewater, OME) dan limbah padat penggilingan zaitun (Olive Pomace, OP). Setiap ton zaitun yang dipanen menghasilkan sekitar 350 kg ampas dan 900 liter OME, menciptakan tantangan besar dalam pengelolaan limbah ini.
OME adalah limbah yang sangat beracun karena mengandung asam lemak rantai panjang (LCFA) yang membentuk lapisan di permukaan air, mencegah penetrasi cahaya dan oksigen. Selain itu, OME memiliki konsentrasi tinggi materi organik yang dapat terdegradasi dan sifat sedikit asam, yang memperburuk dampaknya terhadap lingkungan. Fenolik dalam OME berkontribusi pada beban organik dan memiliki efek fitotoksik, genotoksik, dan antimikroba yang dapat menghambat biodegradasi alami limbah organik.
Para peneliti telah meneliti berbagai metode untuk remediasi OME, termasuk pengolahan fisik, kimia, dan biologis. Salah satu solusi yang paling menjanjikan adalah penggunaan biochar, zat berkarbon berpori yang dihasilkan dari bahan organik melalui proses termokimia seperti pirolisis. Biochar dikenal sebagai adsorben hemat biaya dan ramah lingkungan yang dapat menangkap dan menyimpan karbon, mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer.
Biochar memiliki banyak kelompok fungsional permukaan yang membuatnya berguna untuk berbagai aplikasi, termasuk pemurnian air, peningkatan kesuburan tanah, produksi energi bersih, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Biochar juga dapat diubah menjadi karbon aktif atau ditambahkan dengan senyawa mineral atau organik untuk meningkatkan luas permukaan, porositas, dan efisiensi adsorpsi.
Penelitian telah mengeksplorasi penggunaan ampas zaitun mentah (OPR) dan biochar yang diperoleh melalui pirolisis ampas zaitun (OPB) untuk menangkap dan memulihkan total fenol dari OME. Ampas zaitun, limbah padat yang dihasilkan selama ekstraksi minyak zaitun, memiliki kandungan selulosa tinggi yang membuatnya ideal sebagai bahan dasar untuk biochar.
Sejumlah penelitian menerapkan karbon aktif dan biochar yang berasal dari limbah penggilingan zaitun untuk mengembangkan katalis hemat biaya untuk oksidasi heterogen Fenton-like dari air limbah penggilingan zaitun yang disimulasikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengurangi kandungan karbon organik dan toksisitas OME, menciptakan solusi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan potensi besar biochar sebagai solusi berkelanjutan untuk pengolahan limbah industri minyak zaitun. Dengan terus mengembangkan dan mengoptimalkan penggunaan biochar, kita dapat mencapai pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan dan efisien biaya. Transformasi limbah menjadi sumber daya berharga bukan hanya mengatasi masalah limbah, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan secara keseluruhan.
Melalui inovasi dan penelitian berkelanjutan, industri minyak zaitun dapat mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang, menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Biochar adalah contoh sempurna bagaimana solusi inovatif dapat mengubah masalah menjadi peluang, memberikan manfaat bagi lingkungan dan industri secara bersamaan.
